- Bigint
Tipe data ini mirip dengan int, hanya saja nilai yang diterima lebih besar daripada int. Tipe data ini dapat menerima nilai mulai dari -263 (-9,223,372,036,854,775,808) hingga 263-1 (-9,223,372,036,854,775,807). Tipe data ini menghabiskan 8 bytes untuk menyimpan data pada harddisk. - Binary
Tipe data ini dapat menerima data binary dengan maksimum 8000 bytes data. Tipe data ini diinterpretasikan sebagai string dari bit misalnya (110011001011). - Bit
Tipe data bit hanya bisa menerima input angka 1 dan 0 sebagai nilai (atau bisa juga null, yang berarti tidak ada nilai). Tipe data ini sangat membantu jika Anda ingin menghasilkan output yes/no, true/false, dsb. - Char
Tipe data ini dapat digunakan untuk memasukkan data karakter non-Unicode dengan jumlah karakter yang fix. Tipe data ini bisa menerima hingga 8000 karakter, dan jumlah bytes yang dibutuhkan tergantung jumlah karakter yang dimasukkan. 1 karakter membutuhkan 1 bytes, sehingga jika Anda mendefinisikan seperti ini : char(5) maka field tersebut hanya bisa menerima karakter sebanyak 5 buah karakter dengan space yang dibutuhkan untuk menyimpan data pada harddisk sebanyak 5 bytes. - Datetime
Tipe data ini dapat menerima nilai tanggal dan waktu mulai dari 1 Januari 1753 hingga 31 Desember 9999. Tipe data ini menghabiskan 8 bytes untuk menyimpan data pada harddisk. - Decimal
Tipe data ini menerima nilai yang lebih presisi dibanding tipe data integer yang telah dibahas sebelumnya. Tipe data ini menggunakan 2 parameter untuk menentukan tingkat presisi nilai yang diterima; precision dan scale. Precision adalah jumlah digit yang bisa diterima oleh field, sedangkan scale adalah jumlah angka di belakang koma yang bisa diterima oleh field. Jadi, jika kita membuat parameter precision sebanyak 5 dan scale sebanyak 2 maka field kita bisa menerima nilai seperti ini : 123,45. Tipe data ini bisa menerima nilai mulai dari -1038 hingga 1038-1. Tipe data ini menghabiskan 5-17 bytes untuk menyimpan data pada harddisk, tergantung pada tingkat kepresisian nilai yang dimasukkan. - Float
Tipe data ini mirip dengan tipe data decimal, hanya saja paramater scale pada tipe data ini bisa menerima nilai yang tak terhingga, seperti pada nilai pi. Tipe data ini bisa menerima nilai mulai dari -1.79E + 308 hingga 1.79E +308. Jika Anda mendeskripsikan field dengan tipe data seperti ini : float(2), maka nilai output dari pi (misalnya) adalah 3,14. Angka 2 di dalam kurung menjelaskan berapa banyak angka yang harus ditampilkan dibelakang koma. Tipe data ini menghabiskan 4-8 bytes untuk menyimpan data pada harddisk. - Int
Tipe data ini mungkin sudah banyak dikenal oleh Anda. Tipe data ini dapat menerima nilai mulai dari -231 (-2,147,483,648) hingga 231-1 (2,147,483,647). Tipe data ini menghabiskan 4 bytes untuk menyimpan data pada harddisk.
4 - Money
Tipe data ini dapat menerima nilai mulai dari -263 (-9,223,372,036,854,775,808) hingga 263-1 (-9,223,372,036,854,775,807). Tipe data ini menghabiskan 8 bytes untuk menyimpan data pada harddisk. - Nchar
Tipe data ini mirip dengan tipe data char, namun tipe data ini bisa menerima nilai atau data Unicode (berbeda dengan tipe data char yang hanya bisa menerima nilai karakter non-Unicode). Tipe data ini bisa menerima nilai hingga 4000 karakter. Tipe data ini menghabiskan 2-8000 bytes untuk menyimpan data pada harddisk. Mengapa dibutuhkan 2-8000 bytes? Karena tipe data ini mengkali 2 bytes untuk setiap karakternya. Jadi jika user hanya memasukkan 1 karakter, maka dibutuhkan 2 bytes untuk menyimpan data pada harddisk. - Real
Tipe data ini mirip dengan tipe data float, hanya saja menerima nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan float, yaitu mulai dari -3.40E +38 hingga 3.40E +38. Tipe data ini menghabiskan 4 bytes untuk menyimpan data pada harddisk. - Smalldatetime
Tipe data ini dapat menerima tanggal dan waktu mulai dari 1 Januari 1900 hingga 6 Juni 2079, dengan akurasi waktu yang digunakan adalah menit. Tipe data ini menghabiskan 4 bytes untuk menyimpan data pada harddisk. - Smallint
Tipe data ini juga mirip dengan int, hanya saja nilai yang diterima lebih kecil dari int. Tipe data ini dapat menerima nilai mulai dari -215 (-32,768) hingga 215-1 (32767). Tipe data ini hanya membutuhkan 2 bytes untuk menyimpan data pada harddisk - Smallmoney
Tipe data ini pada dasarnya sama dengan tipe data money, hanya saja nilai yang diterima lebih kecil, yaitu mulai dari -214,748.3648 hingga 214,748.3647. Tipe data ini menghabiskan 4 bytes untuk menyimpan data pada harddisk. - Sql_variant
Tipe data ini merupakan tipe data baru di SQL Server 2005, saya pribadi belum mengetahui dengan pasti kapan saat yang tepat untuk mengimplementasikan tipe data ini. Tipe data ini disebutkan dapat digunakan untuk mengubah tipe data sesuai dengan apa yang dimasukkan oleh user. Mungkin, ilustrasinya seperti ini : jika user memasukkan angka ke dalam field dengan tipe data ini, maka SQL_Variant akan menyesuaikan menjadi int atau tipe data lain yang lebih sesuai (seperti varchar), tapi jika kemudian user mengisi field tersebut dengan tipe data char, sql_variant akan mengubahnya tipe data field untuk row tersebut menjadi char. Tipe data ini sebenarnya kurang disarankan untuk digunakan karena tidak adanya batasan yang jelas dalam penggunaannya, dan dapat menyebabkan collision data. - Timestamp
Tipe data ini digunakan untuk mencatat record ketika data baru dimasukkan dan diupdate. Tipe data ini sangat berguna untuk mencari tahu perubahan yang terjadi pada database Anda. - Tinyint
Tipe data ini menerima nilai yang lebih kecil dari smallint. Nilai yang bisa diterima mulai dari 0 hingga 255, dan hanya membutuhkan 1 bytes untuk menyimpan data pada harddisk. - Uniqueidentifier
Tipe data ini berfungsi untuk membuat nilai yang unik yang mungkin bisa tampil seperti ini 6F9619FF-8B86-D011-B42D-00C04FC964FF. Tipe data ini berguna jika Anda ingin membuat serial number atau id yang unik. - Varbinary
Tipe data ini mirip dengan varchar, hanya saja nilai yang bisa diterima hanya data binary. Tipe data ini berguna untuk menyimpan data binary yang tidak diketahui dengan pasti jumlah bytes datanya. - Varchar
Tipe data ini mirip dengan tipe data char, namun tipe data ini berguna bagi Anda yang tidak mengetahui secara pasti jumlah karakter yang akan dimasukkan oleh user. Tipe data ini juga bisa menerima nilai hingga 8000 karakter. Jadi, jika pada tipe data char, Anda mendefinisikan char(5), maka Anda akan selalu membutuhkan 5 bytes untuk menyimpan data pada harddisk, walaupun jumlah karakter yang dimasukkan hanya 1 hingga 4 karakter; maka pada tipe data ini, jumlah bytes yang dibutuhkan akan lebih fleksibel. Misalnya jika Anda mendefinisikan varchar(30) untuk sebuah field, maka field tersebut dapat menerima data hingga 30 karakter (30 bytes), namun jika Anda hanya memasukkan 1 karakter, maka jumlah bytes yang dibutuhkan hanya sebanyak 1 bytes.
Blog ini berisi informasi-informasi unik dan beberapa pengetahuan di bidang teknologi informasi.
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Rabu, 02 Mei 2012
Referensi tipe data dalam SQL Server
Berikut merupakan penjelasan mengenai beberapa tipe data
pada SQL Server :
MPEG Audio Layer I/II/III frame header
Sebuah
file audio MPEG dibangun dari bagian-bagian kecil yang disebut sebagai frame.
Secara umum, frame adalah sebuah item independent. Setiap frame memiliki header
dan informasi audio tersendiri. Karena tidak ada file header , Anda dapat
memotong part manapun dari sebuah file MPEG dan memainkannya tanpa masalah
(sebaiknya dilakukan dalam batas-batas frame, akan tetapi sebagian besar
aplikasi dapat menangani incorrect header). Namun, untuk layer III, tidak akan
100% tepat. Dikarenakan organisasi data internal dalam file MPEG layer III,
frame-frame seringkali bergantung satu sama lain dan tidak dapat dipotong
sembarangan.
Ketika
Anda ingin membaca informasi mengenai sebuah file MPEG, biasanya cukup dengan
mencarinya pada frame pertama, baca headernya dan anggap frame-frame lainnya
adalah sama. Tetapi kasusnya tidak selalu demikian. Variable Bit Rate pada file
MPEG mungkin digunakan sehingga akan mengakibatkan Bitrate Switching, hal ini
berarti Bitrate akan berubah-ubah tergantung dari content pada tiap frame.
Dengan cara ini Bitrate lebih rendah mungkin akan digunakan pada frame yang tidak
mempengaruhi kualitas suara.
Frame header terdapat pada 4 byte
(32 bits) awal sebuah frame. Sebelas bit pertama (atau dua belas bit pertama,
lihat tabel di bawah mengenai frame sync) dari sebuah frame header selalu
di-set dan bit-bit ini dinamakan “frame sync”. Oleh karena itu, Anda dapat
mencari dalam sebuah file dimana frame sync pertama kali terjadi (artinya bahwa
Anda harus menemukan sebuah byte dengan nilai 255, dan diikuti dengan byte
dengan tiga (atau empat) ‘most-significat-bit-set’-nya. Lalu Anda dapat membaca
keseluruhan header dan memeriksa apakah nilainya sudah benar. Anda dapat
melihat tabel berikut mengenai arti tiap-tiap bit dalam header. Nilai-nilai
yang ditetapkan sebagai ‘reserved’, ‘invalid’, ‘bad’ atau ‘not allowed’
mengindikasikan header yang invalid.
Frame-frame
juga mungkin memiliki pengecekan CRC. CRC adalah bit-bit sepanjang 16 bit, jika
ada, di belakang frame header. Setelah CRC, selanjutnya adalah data audio.
Dengan demikian, Anda dapat menghitung CRC dari sebuah frame kemudian membandingkannya
dengan yang Anda baca dari file. Metode ini sebenarnya sangat baik untuk
memeriksa validitas frame MPEG.
Berikut
ini adalah penjelasan mengenai isi dari header. Karakter dari A sampai M
digunakan untuk menandai bagian-bagian yang berbeda. Dalam tabel di bawahnya,
Anda dapat melihat isi dari tiap-tiap bagian.
AAAAAAAA AAABBCCD EEEEFFGH IIJJKLMM
Tanda
|
Panjang (bit)
|
Posisi (bit)
|
Deskripsi
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
A
|
11
|
(31-21)
|
Frame Sync (semua bit di-set)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
B
|
2
|
(20-19)
|
MPEG Audio version ID (ID versi MPEG Audio)
00 – MPEG versi 2.5 (tidak resmi)
01 – reserved
10 – MPEG versi 2 (ISO/IEC 13818-3)
11 – MPEG versi 1 (ISO/IEC 11172-3)
Catatan : MPEG versi 2.5 bukan merupakan standar resmi.
Ini adalah sebuah ekstensi dari standar yang digunakan pada file dengan
bitrate sangat rendah. Jika decoder Anda tidak mendukung ekstensi ini, Anda
disarankan menggunakan 12 bit untuk sinkronisasi, bukan 11 bit.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
C
|
2
|
(18,17)
|
Layer description
00 - reserved
01 - Layer III
10 - Layer II
11 - Layer I
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
D
|
1
|
16
|
Protection bit (Bit proteksi)
0 – Diproteksi
dengan CRC (16 bit CRC akan mengikuti header)
1 – Tidak
terproteksi
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
E
|
4
|
(15,12)
|
Indeks Bitrate
Catatan : Semua nilai dalam kbps
V1 - MPEG versi 1
V2 - MPEG versi 2
and versi 2.5
L1 - Layer I
L2 - Layer II
L3 - Layer III
“free” berarti format bebas. Jika bitrate tetap yang benar
(beberapa file tidak dapat menggunakan variable bitrate) berbeda dengan yang
tertulis pada tabel di atas, maka harus ditentukan sendiri oleh aplikasi. Hal
ini mungkin hanya akan diterapkan untuk kepentingan internal karena aplikasi
pihak ketiga tidak ditujukan untuk mencari bitrate yang benar. Namun
bagaimanapun, hal ini bukan tidak mungkin untuk dilakukan namun membutuhkan
banyak usaha.
"bad" berarti bukan nilai yang diizinkan.
File MPEG mungkin memiliki Variable Bit Rate (VBR). Tiap
frame mungkin dibuat dengan bitrate yang berbeda. Ini dapat digunakan pada
semua layer. Decoder untuk layer III harus mendukung metode ini. Dekoder
untuk layer I dan layer II mungkin sudah mendukung.
Untuk Layer II ada beberapa kombinasi bitrate dan mode yang
tidak diperbolehkan. Berikut ini adalah daftar kombinasi yang diizinkan :
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
F
|
2
|
(11,10)
|
Sampling Rate Frequency Index (nilai dalam Hz)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
G
|
1
|
9
|
Padding bit (bit lapisan)
0 - frame tidak
berlapis
1 - frame berlapis,
dengan satu extra slot
Padding digunakan untuk mencocokkan bit rate secara tepat.
Sebagai contoh : 128k 44.1kHz layer II menggunakan sebagian besar 418 byte
dan beberapa 417 byte frame untuk mendapatkan 128k bitrate secara tepat.
Untuk layer I slot adalah sepanjang 32 bit, untuk layer II dan layer III slot
sepanjang 8 bit
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
H
|
1
|
8
|
Private bit.
Dapat digunakan dengan bebas untuk kebutuhan spesifik
aplikasi.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
I
|
2
|
(7,6)
|
Channel Mode
00 - Stereo
01 - Joint stereo
(Stereo)
10 - Dual channel
(2 mono channels)
11 - Single channel
(Mono)
Catatan :
File Dual-Channel dibuat dari dua independen mono channel.
Setiap channelnya menggunakan tepat setengah dari bitrate file. Sebagian
besar decoder menghasilkan keluaran stereo, tetapi tidak selalu demikian.
Salah satu contoh kegunaanya adalah menampung dua
percakapan dalam dua bahasa yang berbeda dalam bitstream yang sama, dan
decoder yang baik akan men-decode hanya bahasa yang dipilih.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
J
|
2
|
(5,4)
|
Mode extension (Hanya dipakai dalam mode Joint stereo)
Mode
extension dipakai untuk menggabungkan informasi yang tidak digunakan untuk
efek stereo, untuk mengurangi pemakaian bits. Bits ini dikenali secara
dinamis oleh sebuah encoder dalam Joint stereo mode, dan Joint Stereo dapat
diganti dari satu frame ke frame yang lain, bahkan dihidupkan ataupun
dimatikan.
Range
frekuensi dalam file MPEG dibagi ke dalam beberapa subbands. Terdapat 32
subbands. Untuk Layer I & II, 2 bits ini menentukan range frekuensi
(bands) dimana intensity stereo diterapkan. Untuk Layer III, 2 bits ini
menentukan tipe joint stereo yang digunakan ( intensity stereo atau m/s
stereo). Range frekuensi ditentukan dengan algoritma dekompresi.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
K
|
1
|
(3)
|
Copyright
0 - Audio tidak memiliki copyright 1 - Audio memiliki copyright Copyright memiliki arti yang sama seperti dalam copyright bit CD dan tape DAT, yang menjelaskan legalitas pengkopian. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
L
|
1
|
(2)
|
Original
0 - Salinan dari original media 1 - Original media Original bit mengindikasikan keoriginalan media. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
M
|
2
|
(1,0)
|
Emphasis
00 - tidak ada 01 - 50/15 ms 10 - tidak ada 11 - CCIT J.17 Indikasi ini memberitahu decoder bahwa sebuah file harus di-deemphasize, yang artinya decoder harus mengatur suara dari gangguan seperti Dolby noise. Namun ini jarang digunakan. |
Minggu, 18 Maret 2012
Mengoptimalkan Penggunaan Memory Mozila Firefox
Mozilla Firefox, seperti yang kita tahu adalah salah satu browser terbaik dan akhir-akhir ini berusaha untuk mengejar keagresifan Google Chrome yang baru saja lahir namun sekarang sudah versi 12. Jika dilihat dari nomor versi memang Firefox paling lambat (dari versi 3 ke 4, sekarang 5, dan versi ke 6 masih beta), IE sudah versi 9, Opera 12, Safari 5. Terlepas dari itu semua, Firefox adalah yang terbaik, sayangnya walau diklaim telah mengalami perbaikan dalam manajemen memory di tiap update-nya, namun kenyataannya Firefox tetaplah menghabiskan memory yang banyak. Hal ini disebabkan adanya kebocoran memory (memory leak).
Namun, untuk mengatasinya sekarang kita dapat menggunakan aplikasi Firemin. Dari percobaan yang saya lakukan, awalnya memory yang digunakan Firefox sebesar 700-800 MB (bahkan sebelum saya mengambil screenshot mencapai ~ 1 GB!) dengan tab yang terbuka kira-kira 40 tab, setelah menjalankan aplikasi Firemin ini maka memory yang digunakan Firefox langsung turun drastis menjadi 12 MB atau kira-kira tinggal 1,5%.
Ini adalah screen shot awal sebelum menggunakan Firemin.
Memory yang digunakan Firefox sebesar 791 MB dan berikut ini adalah screenshot setelah menggunakan Firemin.
Memory yang digunakan tinggal sedikit, walau berfluktuasi antara belasan, puluhan, atau mungkn seratusan MB namun tidak sebesar sebelumnya. Selama percobaan sepertinya aman untuk menggunakan Firemin. Link aplikasi Firemin dapat diunduh di bawah ini.
Download
Namun, untuk mengatasinya sekarang kita dapat menggunakan aplikasi Firemin. Dari percobaan yang saya lakukan, awalnya memory yang digunakan Firefox sebesar 700-800 MB (bahkan sebelum saya mengambil screenshot mencapai ~ 1 GB!) dengan tab yang terbuka kira-kira 40 tab, setelah menjalankan aplikasi Firemin ini maka memory yang digunakan Firefox langsung turun drastis menjadi 12 MB atau kira-kira tinggal 1,5%.
Ini adalah screen shot awal sebelum menggunakan Firemin.
Memory yang digunakan Firefox sebesar 791 MB dan berikut ini adalah screenshot setelah menggunakan Firemin.
Memory yang digunakan tinggal sedikit, walau berfluktuasi antara belasan, puluhan, atau mungkn seratusan MB namun tidak sebesar sebelumnya. Selama percobaan sepertinya aman untuk menggunakan Firemin. Link aplikasi Firemin dapat diunduh di bawah ini.
Download
Perbedaan OLAP dan OLTP

- OLTP (On-line Transaction Processing) is characterized by a large number of short on-line transactions (INSERT, UPDATE, DELETE). The main emphasis for OLTP systems is put on very fast query processing, maintaining data integrity in multi-access environments and an effectiveness measured by number of transactions per second. In OLTP database there is detailed and current data, and schema used to store transactional databases is the entity model (usually 3NF).
- OLTP (On-line Transaction Processing) memiliki karakteristik dengan jumlah data yang besar namun transaksi yang dilakukan cukup sederhana seperti insert,update, dan delete. Hal utama yang menjadi perhatian dari sistem yang dilakukan OLTP adalah melakukan query secara cepat, data mudah untuk diperbaiki dan dapat diakses
- OLAP (On-line Analytical Processing) is characterized by relatively low volume of transactions. Queries are often very complex and involve aggregations. For OLAP systems a response time is an effectiveness measure. OLAP applications are widely used by Data Mining techniques. In OLAP database there is aggregated, historical data, stored in multi-dimensional schemas (usually star schema).
The following table summarizes the major differences between OLTP and OLAP system design.
OLTP System | OLAP System | |
Source of data | Operational data; OLTPs are the original source of the data. | Consolidation data; OLAP data comes from the various OLTP Databases |
Purpose of data | To control and run fundamental business tasks | To help with planning, problem solving, and decision support |
What the data | Reveals a snapshot of ongoing business processes | Multi-dimensional views of various kinds of business activities |
Inserts and Updates | Short and fast inserts and updates initiated by end users | Periodic long-running batch jobs refresh the data |
Queries | Relatively standardized and simple queries Returning relatively few records | Often complex queries involving aggregations |
Processing Speed | Typically very fast | Depends on the amount of data involved; batch data refreshes and complex queries may take many hours; query speed can be improved by creating indexes |
Space Requirements | Can be relatively small if historical data is archived | Larger due to the existence of aggregation structures and history data; requires more indexes than OLTP |
Database Design | Highly normalized with many tables | Typically de-normalized with fewer tables; use of star and/or snowflake schemas |
Backup and Recovery | Backup religiously; operational data is critical to run the business, data loss is likely to entail significant monetary loss and legal liability | Instead of regular backups, some environments may consider simply reloading the OLTP data as a recovery method |
Mobile Computer
Sebelum membahas trend sistem mobile computer, ada baiknya dibahas mobile computer sendiri secara umum agar didapat pemahaman mengenai mobile computer. Pertama-tama perlu dibahas pengertian dari mobile computer itu sendiri. Dari beberapa sumber, didapat beberapa definisi mobile computer atau biasa disebut mobile computing, yaitu :
- Mobile Computing merupakan kemajuan teknologi komputer, sering disebut sebagai mobile computer (portable computer) yang dapat berkomunikasi dengan jaringan tanpa kabel (nirkabel).
- Mobile Computing adalah sebuah komputasi menggunakan teknologi yang tidak terhubung secara fisik, atau dalam jarak jauh atau lingkungan mobile (non statik).
- Mobile Computing adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan aplikasi pada piranti berukuran kecil, portable, dan wireless serta mendukung komunikasi.
Dari beberapa definisi dari beberapa sumber tersebut, dapat disimpulkan bahwa mobile computing atau mobile computer satupun portable computer adalah teknologi tanpa kabel, biasanya berukuran kecil, portabel/dapat dibawa kemana-mana, dan mendukung komunikasi.
Perkembangan mobile computer hingga kini sangatlah luar biasa. Hal ini tidak lepas dari perkembangan-perkembangan mobile computer dari waktu ke waktu. Berikut dibahas sedikit mengenai sejarah perkembangan mobile computer, yakni :
- Dynabook (1968)
Alan kay mengembangkan sebuah komputer portabel yang nantinya menawarkan sebuah media elektronik yang modern yang diperuntukan untuk anak anak. Graphical control interface dengan icon pada Komputer ini merupakan cikal bakal dari system operasi yang ada saat ini.
- Gir Compass 1100(1982)
Teknologi ini di rancang dan di kembangkan oleh gird sangat terdepan . cover nya dapat dilipat dan teringrasi sebauh flatscreen serta casing dari magnesium yang ultralight. Namun ini di terusakan dan dikembangkan oleh bil moggridge ini terlalu mahal dengan harga mencapai dengan US$ 10.000. hanya kalangan militer AS dan NASA saja yang dapat membelinya.
- Oseborne 1 (1981)
IBM 1311 diperkenalkan pada tanggal 11 oktober 1962 hardisk ini bisa menyipan sampai dengan 2 juta karakter pada diskpack yang dapat di ganti (1316). Ketebalan hardisk ini mencapai 4 inci dan berat 4,5 kg dan memiliki 6 disk yang berukuran 6 disk yang berukuran 14 inci dan permukaan yang dapat ditulis.
- Compaq Portable (1983)
Laptop pertama yang kompetibel dengan IBM ditawarkan oleh Compaq. Berat dan tanpa batrai lantaran masih menggunakan system operasi MS DOS laptop ini tidak popular.
- Gavilan SC (1984)
Touchpad pertama ini ditawarkan oleh laptop Gavilan dan berada di atas keyboard. Model komputer ini sudah dilipat dan menyediakan laya LCD serta processor intel 80168 yang kompetibel dengan harga MS DOS.
- Bondwell 2 (1985)
Walaupun era CP /M yang sudah lewat tetapi kehadiran ini tetap sukses dengan RAM sebesar 64 Kb floppy drive 3.5 inci dan layer LCD laptop ini menjadi jawara di eranya.
- COMPAQ SLT 286 (1988)
Laptop pertama yan sudah dilengkapi dengan batrai hardisk dan LCD. Layarnya menawarkan resolusi VGA penuh.notebook ini ditujukan untuk kalangan bisnis. Tidak heran harganya mencapai harga mobil pada saat itu.
- Sharp Multicolor 386 PC 8041(1990)
Dengan spec :
-Prosesor : Intel 80386
-Frekuensi clock 20 mhz
-Ram 2MB
-Harddrive 40 mb
-Harga US$23.00
- USB interface (1997)
Setelah penganalan port interface USB hamper semua perangkat terhubung dengan notebook computer portable mendadak menjadi universal.
- WLAN untuk semua (1999)
Berkat penggunaan WLAN notebook kini tidak lagi statis hotspot menghubungkan perangkat ini ke internet dan jaringan kantor serta dapat diakses dimana saja.
Mobile Computer sudah berkembang pesat, hal itu dapat dilihat dari jenis mobile computer yang begitu beragam dan begitu canggih. Walaupun teknologi ini sudah maju, namun mobile computer tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun beberapa kelebihan mobile computer antara lain :
· Extreme Personalization
– Ponsel diantara dompet dan kunci motor.
– Tempat menyimpan segala informasi pribadi.
Artinya, mobile computer telah menjadi barang yang sifatnya sangat penting bagi beberapa orang. Hal itu diumpamakan dengan kalimat ponsel diantara dompet dan kunci motor, dimana berarti ponsel yang termasuk mobile computer sama pentingnya dengan dompet dan kunci motor. Karena pentingnya itu, mobile computer kerap dipakai untuk menyimpan segala informasi pribadi.
· Pengaksesan Informasi setiap saat dan dimanapun
– Memungkinkan kita untuk bekerja, belanja atau bermain tanpa batasan waktu dan tempat (asal terhubung!).
Dengan sifatnya yang portable atau dapat dibawa kemana-mana dan bila didukung dengan koneksi internet, mobile computer dapat digunakan untuk bekerja, atau berbelanja secara online, maupun bermain di mana saja dan kapan saja. Tentu hal ini sangat memanjakan pengguna mobile computer.
· Mobilitas tinggi tanpa kerumitan kabel (W-LAN) & Instalasi jaringan yang cepat.
Hal ini berarti mobile computer sangatlah praktis dimana tidak membutuhkan kabel yang rumit, dan instalasi jaringan yang cepat.
· Kompatible yang tinggi dengan teknologi lain.
Dengan kecanggihan yang dimiliki, mobile computer kompatible dengan teknologi lain, sehingga mobile computer dapat memanfaatkan teknologi lain demi kemudahan sang pemakai.
· Cocok untuk daerah yang belum ada infrastruktur
· Reduksi biaya : dalam kasus pengembangan, pemindahan maupun perubahan konfigurasi LAN.
Di samping itu, terdapat beberapa keterbatasan dari mobile computer, yaitu :
1. Kurangnya Bandwith
Akses internet pada peralatan ini umumnya lebih lambat dibandingkan dengan koneksi kabel, dengan menggunakan teknologi seperti GPRS, EDGE dan jaringan 3G yang baru – baru ini keluar. LAN nirkabel berkecepatan tinggi tidak mahal, tetapi memiliki rentang yang sangat terbatas.
2. Konsumsi Tenaga
Ketika sebuah stopkontak listrik atau generator portabel tidak tersedia, komputer mobile harus bergantung sepenuhnya pada daya baterai. Ini berarti baterai yang luar biasa mahal harus digunakan untuk mendapatkan masa pakai baterai yang diperlukan.
3. Gangguan Transmisi
Banyak faktor yang bisa menyebabkan gangguan sinyal pada mobile computing seperti cuaca, medan dan jarak alat mobile computing dengan titik pemancar sinyal terdekat. Selain itu penerimaan sinyal di dalam terowongan, di beberapa gedung dan daerah pedesaan seringkali buruk.
4. Potensi Terjadinya Kecelakaan
Beberapa kecelakaan kendaraan bermotor baik mobil maupun motor sering disebabkan oleh pengendaranya menggunakan peralatan mobile seperti handphone saat sedang berkendara. Selain itu juga terdapat rumor bahwa sinyal telepon seluler bisa menyebabkan gangguan kesehatan.
5. Antarmuka Pengguna Dengan Alat
Layar dan keyboard yang cenderung kecil terkadang membuat peralatan tersebut sulit untuk digunakan. Metode input alternatif seperti input suara atau pengenalan tulisan tangan membutuhkan pelatihan untuk menggunakannya.
Langganan:
Postingan (Atom)

